Mengapa Brand Indonesia pilih Artis Korea Sebagai BA mereka?

Maraknya brand-brand Indonesia yang memilih artis Korea sebagai Brand Ambassador (BA) mereka. Mulai dari Cha Eun Woo sebagai BA Ms Glow, Song Joong Ki BA dari Scarlett, NCT BA dari Lemonilo, Siwon BA dari Mie Sedaap & Sasa Santan, dsb.
Kira-kira apa alasannya ya ?🤔
Disclaimer on : ini opini aku aja ya berdasarkan pengalaman ku menjadi k-popers dari tahun 2010😂which is sudah 12 tahun aku berkecimpung di dunia per k-pop an & per k-drama an.
Opini pribadi, dan opini orang lain bisa berbeda. Jadi jangan dijadikan patokan.
- Penggemar K-Pop / K-drama itu loyal dan royal
Fans K-pop rela mengeluarkan uang untuk mendukung idol nya. Semahal apapun harganya, pasti akan dibeli.
Contohnya, beberapa fans k-pop rela membeli puluhan album untuk mendapatkan photo card bias nya.
Atau nonton konser di luar negeri yang membutuhkan biaya jutaan supaya bisa bertemu Oppa mereka.
2. Menjangkau Pasar Global
Seperti yang sudah disebutkan di poin 1, fans k-pop itu loyal dan solid. Setiap schedule atau acara yang menghadirkan idol nya, mereka pasti akan tau.
Dari reality show, iklan, film, drama, bahkan ketika seorang fans bertemu idol nya lagi makan di restaurant aja fans lainnya dari beda negara pun akan tau.
Karena mereka itu solid, mereka berbaik hati untuk menyebarkan informasi tentang idol mereka secara cuma-cuma.
Apalagi jumlah fans K-pop yang membludak di seluruh dunia. Juga kemajuan media sosial digital. Besar kemungkinan Brand lokal akan “go international”
Apalagi,apapun yang dipakai/diiklankan oleh idol mereka, pasti akan dibeli. Supaya bisa kembaran sama Oppa.
3. Brand Awareness
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa citra BA mempengaruhi iklan dan keputusan pembelian pelanggan.
Nah, artis Korea sudah memiliki profil yang bagus dan diminati dari berbagai segmen pasar.
Ini akan meningkatkan keuntungan bisnis ketika mereka menjadi Brand Ambassador mereka.
4. Tren Korean Wave / Hallyu
Korean Wave dimulai pada tahun 1999.
Mula nya, media Tiongkok dikejutkan oleh popularitas produk budaya Korea di kalangan anak muda Tionghoa.
Menurut Media Tirai Bambu, pecahnya “Hallyu” dimulai pada akhir 1990-an ketika drama Korea memasuki Tiongkok.
Di Indonesia sendiri, Hallyu dimulai sekitar tahun 2002, ketika stasiun TV lokal menayangkan serial drama “Winter Sonata” dan “Endless Love”.
Korean wave masih merajalela di seluruh dunia.
Dibuktikan dengan beberapa artis k-pop yang menduduki top 10 billboard music award, BTS menang 5 kali berturut-turut sejak tahun 2017.
Begitu juga dengan dunia perfilm-an Korea, pada tahun 2019 “Parasite” menjadi film Korea Selatan terlaris, meraup keuntungan sekitar $258 juta di seluruh dunia.
‘Parasite’ kemudian memenangkan empat Academy Awards termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik dan Skenario Asli Terbaik.
Salah satu nya adalah Piala Oscar 2020.